Sabtu, 05 April 2014

Mencemplungkan Setengah Kaki

Suatu siang di sebuah perpustakaan umum bernama Freedom Institute, ditemani dengan secangkir teh susu berasa medio, kami berbincang..

Him : "What's next?"
Fala : "Aku mau nyoba hal baru.."
Him : "Maksudnya?"
Fala : "I am free agent now until then, artinya aku ga terikat lembaga apa-apa, institusi apa-apa dan selama aku belom berada dalam naungan Ikatan Dokter Indonesia dan kembali masuk ke lingkungan rumah sakit sebagai dokter magang, aku mau coba banyak hal yang jauh dari kedokteran. Problem?"
Him: "Ga sama sekali...." Ia menyesap kopinya, lalu kembali ke ruang perpustakaan menyelesaikan diktat orthopaedi. Aku? Baca-baca majalah.



Percakapan itu terjadi setelah pendidikan dokterku selesai dan di masa tenggang menuju Uji Kompetensi dan menunggu masa internship, aku tidak tau apa yang mau aku kerjakan, tapi aku tau betul aku mau mencoba banyak hal baru yang jauh dari bidang yang membuatku mati rasa hingga mual berkepanjangan, dunia medis.

Saat teman-teman sejawatku memilih menjaga klinik dengan uang duduk yang bisa dibilang tidak besar tapi juga tak kecil, ini jalan yang ku pilih...


1. Menulis buku (lagi)
Proyek nulis buku lagi ini sebenernya udah aku mulai sejak lama, tapi karena aku adalah penulis spesialisasi kalau mood, maka pengerjaan buku ini bisa dibilang mandek, seiring dengan berhentinya menulis buku ini, aku masih yakin, suatu hari buku ini harus ku lanjutkan, tapi ya itu.. tunggu mood. :)))

Beberapa kali rombak tokoh, rombak alur cerita dan pending revisi, novel sendiri keduaku akhirnya terbit. Novel yang berjudul Save My Soul sudah bisa kalian dapatkan di toko buku terdekat, dan sudah cetak ulang kedua. Alhamdulillah..

Aku sadar betul, sarana promosiku memang melalui twitter, tapi ada sedikit keberatan kuutarakan pada editorku jika harus ku promosi buku ini sepanjang hari, karena untukku, menulis adalah passion, menulis adalah hobi dan menulis adalah sebuah gairah. Penikmat sebuah tulisan tak bisa dibeli hanya karena promosi, karena hati yang akan memanggil pembacanya...

Silakan beli buku saya, dan silakan tidak beli buku saya,
buku ini bagi saya berarti, tapi mungkin hanya sekedar buku bagi anda,
tapi tak apa,
karena hati saya menulis, maka saya bersyukur apabila tulisan saya sampai juga ke hati pembacanyaa.. :D

cover mentah :)

masuk jajaran buku terlaris. Alhamdulillah...

my husband. Hahahahha
2. Berkantor di Hang Jebat
ini lumayan seru sih ceritanya. Awalnya, aku iseng chatting dengan Aditya Sani (publicist heits ibukota), iseng aja minta projek karena kebetulan hari itu aku lagi ga ada projek apapun. Adit nawarin untuk "ngantor" aja, di sebuah kantor di kawasan Hang Jebat. Kerjaannya jadi campaign strategist sub bagian social media. Iyaps, gampangnya aku jadi team sukses seorang calon presiden konvensi Partai Demokrat, Bapak Gita Wirjawan.

Banyak banget pelajaran yang aku ambil dari projek ini. Selain (sering) ngobrol langsung dengan Pak Gita, well beliau kalau ngobrol luwes banget, duduk di meja, atau kursi sambil minum es tee, aku juga berkesempatan yang menurutku mahal banget yaitu kenal dan kerja bareng dengan banyak sekali orang hebat.

Kerjaanku ga ribet sebenernya, intinya aku sih berada di "balik layar" campaign di social media, membawahi KOL (Key Of Opinion). Disitu, aku dan team mikir gimana sih cara penetrasi ke media supaya visi misi Pak Gita lebih tersebar lagi. Sesimpel itu, ya karena aku itungannya cuma pekerja lepasan sih. Jadi pekerjaan yang ku pegangpun ga berat.

Tapi justru itu membuatku cukup bersyukur, beban tanggung jawabku tak tergolong berat, tapi kesempatan yang ditawarkan sangat sangat besar dan menyenangkan. Pekerja di kantorpun seru beraat, ada perempuan luar biasa cantik dan pintar, ada yang orang Korea, ada yang selalu mensesap kopi dan menghirup rokok sambil menerawang Indonesia harus lebih baik, ada yang ganteng banget tapi hobi pesta tapi kalau udah disuruh bicara mengenai carut marut negeri ini tak cukup dalam 1 hari, ada yang setiap pagi berada depan kaca untuk memoles muka dan lain sebagainya. Mereka semua muda dan hebat.

Sedikit yang membuatku bangga berada disitu adalah, kami adalah anak muda yang terjun di dunia yang orang pikir adalah ranah bapak-bapak. Sedikit juga yang membuatku lega, bahwa Indonesia masih memiliki banyak harapan di generasi mudanya. :)

Mungkin banyak orang mengira, ketika saya bergabung menjadi Team Sukses Gita Wirjawan pasti anggapan publik adalah saya salah satu simpatisannya. Wah ini sih semua salah, kami yang bekerja di kantor tsb berasal dari political view yang berbeda, kami bekerja cukup profesional kok.

Benar saya mengagumi sosok seorang Gita Wirjawan, bagaiman tidak, cara beliau bertutur, cara beliau membawa diri memang mengundang decak kagum,

tapi membutakan mata dengan mendukung beliau mati-matian sebagai presiden negara ini? Nanti dulu deh, Pak.... Wakil bolehlahhh... :")))

kartu karyawan, masih ku simpan hingga sekarang, Sebagai kenang-kenangan.

bersama Pabos. :"))
Dulu pernah cerita ke Aa, aku pengen banget bisa kenal dan duduk bareng Glenn Fredly. Eh, kesampean... :"))))

teman-teman sekantor. Gimana ga seger ngantor, isinya muda dan lucu gini?
Sekarang aku sudah tidak bekerja di kantor itu lagi dikarenakan saya harus mengurus ina ini itu keperluan internship. Sungguh, 3 bulan yang menyenangkan dan memberikan banyak cerita,
juga nyinyiran...

3. Les makeup
Waaaaa ini menyenangkan sekaliiiiiiii~~~~~
aku ambil kursus singkat makeup untuk diri sendiri di Puspita Marthaa, kebetulan sekolah mereka dekat sekali dengan rumah. Aku semangat banget ikutin kelas mereka yang seharian itu. Dateng ja, 9 pagi, pulang ke rumah jam 5 sore gitu terus selama 3 hari. Seneng bukan main deh pokoknya..

Kelas ini sebenernya cuma kelas untuk diri sendiri,basic makeup, jadi dikelas ini kita ga diajarin untuk makeup orang lain. Tapi percayalah, kelas ini penuh tips "mahal" dan teknik menggunakan riasan yang tepat di muka. Awalnya sih aku merasa kemampuan makeup ku standar ya, tapi setelah ikutin kelas aku langsung merasa bahwa kemampuanku minusssss banget. Bahkan cara pegang kapas unutk bersiin muka aja salah.

Aku puas banget sih, beneran. Dan semangat banget tiap bangun pagi. Sebetulnya, selain materi dan tim pengajarnya yang kece, satu hal yang membuatku ga nyesel ikut kelas ini adalah...


aku tau sub bagian medis yang aku mau... :D
alhamdulillah


peralatan tempur di kelas, yang kotak pink itu punyaku pribadi..
hasil salah satu materi, makeup malam




well,
Melakukan hal baru menyenangkan sekali ternyata ya, bebas stress dan banyak hal untuk diceritakan. Aku ga pernah menyesal ga ambil job klinik atau ikut penelitian misalkan, karena menurutku sebagai free agent, itulah saat yang paling tepat untuk mencoba banyak hal seru tapi tidak terlalu tenggelam di dalamnya,

kalau istilahku..
mencemplungkan setengah kaki..



Jadi, apa hal baru yang mau kamu kerjakan? Pastikan itu jauh dari basic pendidikanmu ya, dan rasakan semenyenangkan apa...

:)


....dan aku siap memulai hari-hari rumah sakit lagi. :D

Selasa, 11 Februari 2014

Ribetnya Ngurus Kain..


Kemarin, teman ku, Ilvie Rahmi (@miss7sins) bertanya "Dalam persiapan nikah, apa sih yang paling berat?" dan saya dengan lantang tanpa pikir panjang menjawab..

"NYARI KAIN!"

Hah? nyari kain?
mungkin sebagian orang menjawab, bagian tersulit dari urusan pernikahan adalah mencari mempelainya, okelah saya setuju. Tapi seperti yang kita ketahui kan, jodoh itu urusan paling ghaib dari Tuhan, jadi ketika ketemu ceritanya akan berbeda. Seperti tuntunan bunda ketika kita belajar berjalan dan seperti sungai yang membawa dedaunan.. mengalir. :)

Oke, aku lagi ga tertarik membahas konsep jodoh, lagi ingin membahas susahnya mencari kain. Perjalanan mencari kain dimulai sekitar 1 tahun lalu, sekitar bulan Maret - April. Lokasinya sih di 2 tempat.. Di Alta Moda dan Pronto Moda Majestik. Toko tersebut menyediakan kain dengan koleksi lengkap. Dari kain premium hingga kain produksi massal yang dijual dengan harga murah.

Proses pembelian ga cukup sehari pergi. Akkkk, aku lupa deh berapa kali. Mungkin sekitar 5-6x bolak balik ke sana. Dari mulai masih semangat, sampe aku sama Aa cuma duduk saking lemes dan migrainnya.

Terduduk lemas di antara kain

mati gaya

lebih mati gaya lagi.. Moms lagi sibuk nyari.

Oke, aku mau cerita dulu mengenai apa aja sih yang harus dipikirin untuk pembelian kain ini..

1. Tema Resepsi dan Akad
Pertama kita harus tau tema yang akan dipake apa, nah setelah tau temanya apa, maka kita harus menentukan warna yang dipakai untuk resepsi itu. Waktu itu aku memilih warna maroon dan gold sebagai warna dekorasi. Nah, setelah warna dekorasi sudah disepakati, warna kain pada keluarga dan panitia harus menyesuaikan. Kan ga mungkin tema resepsinya maroon gold terus mendadak keluar warna hijau sebagai among tamu. Mudahnya begitu...

Prosesnya? INI BIKIN MIGREN MAMAAAKKKKK..
Untuk adat aku yang hampir 90% panitia mengenakan kebaya, milih kain kebaya itu ribet kali mamaaaakkkk... Pertama kita harus menentukan warna, lalu bahan, lalu warna furing (daleman). semua kita yang tentuin dan padu padanin. Bayangin ada berapa warna yang harus dipadu padan dengan acuan tema resepsi yang sudah kita persiapkan di awal tadi. Sakit kepala deh.

Harga juga masuk ke perhitungan, biasanya kebaya orang tua kita akan memilih kain yang paling bagus serta premium, karena mereka kan berdiri di pelaminan, selebihnya (ini sih kami ya..) ambil harga menengah. Itupun juga harus dihitung, misal masa kain yang dikasih ke Om Tante yang sudah sepuh bahannya sama dengan yang dikasih ke anak muda penerima tamu. Ribet kan? Iya. -_-

Aku ga terlalu inget jenis bahannya, yang aku inget orang tua kami memakai bahan kebaya Paris. Bahannya super lembut. Aku ga bisa bedain jenis kain, cuma tau warnanya bagus, udah gitu aja. Makanya seluruh proses ku serahkan ke pihak keluarga, terutama ke keluarga Aa, karena ibu ayahku sudah sepuh sekali dan mustahil bagi mereka menangani ini semua. :)


2. Siapa aja yang dikasih kain
Penentuan siapa-siapa aja yang dikasih kain juga salah satu yang bikin migrain, walau ga semigren nentuin warna sih. Problem yang akan dihadapi adalah seputar "Tunggu, kalau si ini dikasih, si itu juga harus dikasih...." gitu terus ampe 1000 orang. *becanda*.. cuma serius, penentuan siapa aja yang dikasih itu menguras tenaga. Udah di-list, eh masih ada yang lupa. Ya gitulah, manusia kan tempatnya khilaf.

Kalau aku, list yang dikasih adalah..
1. Orang tua (termasuk orang tua Aa jelas ya..)
2. Keluarga inti
3. Om tante
4. Sepupu
5. Penerima tamu
6. Pager Ayu
7. Among Tamu
8. (oke ini mungkin ga umum, tapi jajaran direksi yang wanita tempat Papaps kerja waktu itu menyalonkan diri jadi yang berdiri di menuju pelaminan, jadi ada kain yang disiapkan untuk ibu-ibu tsb)
9. Bridesmaid (sahabat-sahabatku dan Aa)


Setelah beres itu semua, baru bagian pendistribusian. Karena kami adalah keluarga Jawa yang menjunjung tinggi tata krama, pemberian kain juga melalui "temu langsung", jadi pihak yang diberikan kain kami temui satu-satu, sembari ngobrol-ngobrol bentar. Bagian ini repot, tapi menyenangkan.


Fiuh, selesai.

Okelah, ini hasilnya. JENGJENG..

Orang tua :) , btw Momi jahit sendiri lho bajunya. hahahahha. Kalau Ibuku jahit di duh lupa.. Pokoknya tukang jahit ibu yang biasa nanganin Istri presiden. halah gaya banget si Ibu, karena kebetulan beliau adalah teman pengajian Ibu. Hehehe. The Power Of Temen Pengajian.

Ini keluarga inti aku. Yang kecil-kecil itu ponakan-ponakanku. :)

Gabungan 2 keluarga besar.

Hadinoto. Kenapa Mbak Joja pake baju merah? Karena Mba Joja harus stunning. Joja masih gadis, jadi harus terlihat diantara para tamu. :D
Ini jajaran direksi perempuan. Diambil warna merah tua karena simbol mereka sudah berumur. Intinya gitu deh.


PENERIMA TAMUUUU.. pada kenal ga ini siapa aja? :D aku ambil warna pink muda karena mereka ada di lini paling depan dan harus terlihat kalem tapi tetap cantik, dari segi umur juga masih cocok pake pink.

ihiiww

Ini Om dan Tante dari pihak Papaps. Warnanya cenderung merah marun, tapi tidak semerah tua jajaran direksi kan? Ribet kan? KANNNN?

Ini keluarga besar Dwijosoesastro (keluarga Momi), yang sepupu warnanya pink muda, lebih muda dari penerima tamu. Om dan tante ya merah.

Mom, ngapain? --"

Ini keluarga besar Ayahku. Keliatan kan perbedaan warnanya?

keluarga besar

NAH, ini keluarga intiku. :") Waktu foto pertama, ponakan buleku yang emang tinggal di luar negeri masih jet lag, jadi tidur. Sekarang ikut foto :D


Ini pagar ayu dan pagar bagus, diambil dari karyawan muda kantor Papaps. :D cakep cakep ya? Mereka semua single lho. hahaha.

Pager ayu dan pager bagus

temen 1 internship Aa, dikasih kain warna merah. :)
BRIDESMAID! teman-teman kesayanganku.. Sahabat-sahabatku :"D


Kurang lebih gitulah urusan kain.
Ribet, ribet banget. Aa kalau aku ingetin tentang proses nyari kain, mukanya langsung ngerutttt... Asli, dia ga mau banget diingetin masalah nyari kain. Masalahnya banyak banget. Hahahahahha. Kalau diinget sekarang sih bisa sambil ketawa, tapi pas jalaninnya? Makasih lhooo.. Bahkan makan aja ga selera. HAHAHHAHAHAHAH..

PS:
Masih ada  Mbak Joja dan Bang Ray belom nikah,
jadi nyari kain tadi, bukan yang terakhir.
Semangat.
:)))))))))

Kamis, 16 Januari 2014

Bahagianya memiliki rumah..

Waktu berlalu seperti berlari jarak pendek, cepat tapi tak tergesa. Mungkin seperti itulah ketika saya mendeskripsikan laju hari yang saya lalui 6 bulan terakhir ini.

Yap, terhitung kurang lebih 6 bulan sudah saya tidak lagi tidur sendirian, ditemani beruang ukuran jumbo yang hangat nafasnya bisa saya rasakan di tengkuk atau belakang telinga saya karena posisi kepalanya yang memilih berada 1 bantal dengan saya..

"Liat aja nanti abis nikah, sengsara.." begitu mengenai omongan miring orang ketika saya memutuskan mengakhiri masa lajang saya di waktu yang kembali menurut mereka, terlalu cepat. Tapi siapalah saya bisa membabat habis kalimat tersebut, karena berapalah umur perkawinan saya dibandingkan ibu dan ayah saya yang baru saja merayakan ulang tahun pernikahan mereka ke 44… (  yap, mereka tetap berbahagia)

Saya bukan ingin membantah pernyataan tersebut, hanya ingin sedikit berbagi mengenai pernikahan yang kata orang berat.


Disini, dengan penuh sadar saya bisa berkata dengan lantang pun bangga, hingga hari ini saya sangat berbahagia dengan keadaan yang ajaib ini.

Banyak orang berkata miring mengenai kebahagiaan orang, tanpa mereka mampu berpikir bahwa seandainya mereka ada di posisi orang yang berbahagia tersebut bisa saja mereka terjun dari Monas saking bahagianya, atau tertawa tanpa henti seperti pasien bangsal jiwa atau membuka botol wine hingga puluhan dalam sehari saking mereka tak ingin melewatkan semenitpun tanpa perayaan. Mungkin, seperti itulah yang saya rasakan hari ini.

Tapi dalam diam saya sering sekali berkontemplasi mengapa saya bisa merasa sehangat ini dan apakah yang bertambah dalam hidup saya…

ah, ternyata itu "rumah".. :)

Jika merunut hari demi hari, ada masanya kepala mau copot atau hati ingin meledak menghadapi masalah di luar. Tapi ternyata proses pendewasaan memang nyata adanya, masalah berat saya yang dialami mendadak menjadi ringan ketika saya tau, di rumah saya baik-baik saja. Hingga saat ini, rumah tempat saya yang paling nyaman, disitu saya merasa bebas, tenang. Ketika masalah mulai menghujani hari dan air mata mulai jatuh ke pipi, yang saya inginkan hanya pulang ke rumah, lalu mendadak semua baik-baik saja..

Pernikahan tidak membuat masalah menjadi ringan apalagi menghilang, tapi pernikahan menawarkan rumah baru, tempat kita bisa pulang dan melepaskan jengah hari, kemudian seketika merasa semua baik-baik saja.

Pernikahan ternyata tidak menyediakan kebahagiaan tanpa batas, tapi pernikahan memberikan kita ketenangan luar biasa.. Ya ketenganan bernama "rumah"… Baik itu sebuah bangunan, atau hanya lingkar kedua lengan atau hanya sebuah sapaan ringan di messenger. Apapun jenis rumahnya, tapi perasaan pulang itu tetap hangat. Perasaan yang tidak pernah saya rasakan, sehura-hura hore apapun masa muda saya. Perasaan nyaman seperti dekap ibu, perasaan aman karena kamu tau…



kamu selalu punya alasan untuk pulang,
karena kepulanganmu selalu ditunggu,

karena selalu ada orang yang merindukan hadirmu,
karena selalu ada orang yang mencintai tawamu….


Selamat tahun baru 2014,
terima kasih 2013! tahunmu luar biasa!



euforia tongsis, iya.. dia selalu tidur 1 bantal dengan saya :)))
6 bulan… :)

Rabu, 04 Desember 2013

Museum Tengah Kebun

Kemarin, Rabu (4 Desember 2013) aku dan Tim Moco dapet kesempatan untuk datengin salah satu museum swasta, tepatnya di daerah Kemang Timur. Nama museumnya Museum Di Tengah Kebun. 


Kenapa dinamain kaya gitu? Sebenernya museum ini adalah kediaman pribadi Bapak Djalil, beliau adalah seorang pengusaha periklanan yang memakai uangnya untuk beli benda-benda bersejarah dari seluruh dunia untuk dijadikan "hiasan" di rumahnya. Semua koleksi di museum ini adalah koleksi pribadi beliau, dibeli dari lelang maupun penukaran dengan nominal atau barang tertentu.

Satu hal sih yang saya sayangin, kemarin #XperiaZ1 kesayangan ketinggalan.. *ngeruntel sedih*, jadinya kemarin cuma foot pake kamera handphone seada-adanya, yaaa yang penting ada dokumentasianya deh. Mending kalau cuma seadanya, udah seadanya, rusak pula handphonenya... Ya nasip.... #Lah #MalahCurhat

Oke, balik ke Museum Tengah Kebun..

Museum Tengah Kebun ini berdiri di atas lahan 4200 m2, dengan luas kebun yang mencapai 3500 meter persegi, ga heran dong kenapa Museum ini dinamain Museum Tengah Kebun, ya karena letak rumahnya memang benar-benar di tengah kebun.

Museum ini menyimpan puluhan ribu koleksinya, dari mulai jaman pra sejarah, arca-arca tua, lukisan-lukisan, keris, guci, benda kubur dan lain sebagainya...

Yuklah, lihat-lihat hasil jepretan aku kemarin yang pake kamera seada-adanya ini. -__-


HARUS ADA SELFIE SEMACAM INI! HARUS ADA! DIAM KALIAN JANGAN BANYAK PEROTESS.. (,--)


Buddha Sakyamuni, Arca dari abad ke 2

 Apa bedanya arca dengan patung biasa? Arca merupakan patung yang dulunya sembah di sembah. Kalau patung ya hanya sekedar patung, untuk hiasan atau simbol tertentu.

Wayang Golek. Wayang ini dibikin dari kayu cendana, kayunya kuat banget, wayangnya pun berat. Batik dari wayangnya udah lapuk termakan usia. karena wayang ini udah seabad lebih umurnya, tapi kayunya masih sangat kuat.

wayang golek yang kokoh


ini suasana ruang makan Bapak Djalil
Alat makan Bapak Djalil, iya posisinya harus TEPAT SAMA seperti itu. Jarak mangkok ke mangkok harus 1 jari, piring dan garpu harus 3. Jarak sendok ke garpu juga tidak boleh berubah.


ini miniatur perak dari Belanda, miniatur perak pertama produksi mereka. Dari mulai yang lumayan besar sampe ada yang seukuran ruas jari. Miniatur kura-kura.
Pahatan orang di abad ke 1 sebelum masehi nih. Pahatan Babi. Yaaaa kekurusan sih babinya. Hehe.


topeng mumi dari abad ke 2 sebelum masehi. Ternyata bener lho kaya di film-film. Hehehe.

Ini amphora atau pembawa air. Bentuknya yang pipih memudahkan untuk dipeluk saat bawa air.

CAESAR! Ini replika muka beliau. Tapi pahatannya bukan replika, asli dari Italia abad ke 19

Napoleon kalau masih hidup, cakep kali ya?

Kardinal Amerika Latin.. 
 Nuansa gereja katolik adalah salah satu favoritnya Bapak Djalil. Menurut beliau, arsitektur katolik itu salah satu yang termegah dan terunik. Ah sepakat, Pak! :D


Sebelum lanjut, aku mau cerita dulu tentang benda kubur, jika pada label tertulis benda kubur, artinya adalah benda tersebut didapatkan dari dalam kubur. Alias untuk menemani jenazah di dalam kubur. Harapannya selain ada yang menemani jenazah, fungsi benda kubur adalah untuk menghibur, melindungi dan lain sebagainya. Unik..

Ini benda kubur dair Indonesia. Dari Sumbawa. Masih jadi pertanyaan hingga hari ini mengapa di Sumbawa ada benda kubur dan untuk apa dibuat benda kubur ini. Yang jelas, benda kubur ini terbuat dari tanah liat yang kuat kokoh dan keras. Baju yang dipakai juga terbuat dari bahan yang sama dengan kain kafan yang dipakai jenazah


ini juga benda kubur. Badut. Dari jaman dinasti Cina, untuk menemani si anak yang meninggal. Untuk menghiburnya dari dalam kubur.

Keris bertatah emas. Konon sih ada "isi"nya. Yaaa namanya juga keris Jawa ya.. 
Oya, sekalian info tentang keris deh, ini sih ga didapetin dari trip kemarin. Cuma berbagi pengetahuan aja.. Keris itu terbagi 2, ada keris laki-laki dan keris perempuan. Keris perempuan (di Jawa) namanya cundrik. Nah apa bedanya? Keris laki-laki ya seperti pada foto diatas ini sih. Berliku, berkelok. Fungsi keloknya itu untuk memperparah kerusakan jaringan dalam tubuh. Dahulu, keris merupakan alat perlindungan diri, sebagai alat perang. Cara nusukin keris ke tubuh lawan adalah menusukkannya menghadap ke atas lalu diputar. Nah, ulir dari keris itu memperparah luka. Biasanya di keris juga ditempelin racun dedaunan gitu supaya makin cepet matinya si lawan itu. Nah keris wanita cenderung lurus, ga berliku. Biasanya hanya sebagai alat perlawanan diri.

Sesuai kelaminnya, yang "nunggu" keris itu juga biasanya sesuai dengan kelamin kerisnya. Jaman sekarang sih keris udah banyak yang "kosong", jadi keris sudah sebagai benda pusaka saja dibandingkan sebuah benda keramat.

Keris juga "memilih" pemiliknya, jadi ga semua orang bisa diberikan keris, kalau si keris merasa pemiliknya ga cocok, konon suasanya rumah akan jadi "panas", banyak terjadi keributan dan hal-hal aneh. Selain karena ketidakcocokan pemilik, ketidaknyamanan di rumah juga bisa terjadi karena keris yang 'berantem'. Ada jenis keris yang tidak bisa dicampur dalam 1 rumah bersama keris lainnya, jadi keris tersebut bersitegang yang efeknya menimbulkan ketidakhangatan di rumah, hehe.


Oya semua hal mistis itu kembali ke diri kalian sih, mau percaya atau tidak. Aku hanya menyampaikan informasi saja. Hehe.

Oke, lanjut ke Museum Di Tengah Kebun

Patung Buddha juga banyak banget di museum. Salah satunya ini yang letaknya di ruang tidur utama Bapak Djalil.



10 Orang suci. Yaaaaaa katanya sih, urutan orang-orang ini bisa pindah tempat sesuka mereka ya. hapalin aja urutan foto ini dan kalau kamu kesana dicocokin deh. hehe

keris Jawa.

Ini lukisan Picasso ASLI... Dan objek di foto itu yaa... Picasso itu sendiri. KEREN BANGET GA SIH??

ini kamar mandi Bapak Djalil. Luasnya 130 meter persegi sendiri lho. Hayaaahh. KAMAR MANDIII SELUAS ITU.. Oya, kamar mandi ini "dijaga", sama makhluk besar. hehehehehe.


harus ada selfie di kamar mandi

lemari baju Pak Djalil, harus disusun berdasarkan warna.

sketch Pak Djalil. Di belakang kloset.

Nah ini.... Hehehehe. "rumah" si penjaga kamar mandi, hehehehehe.

Ini EPIC ga sih? hahahahaahahha. Ketempel rapii di kamar mandinya. :D
 Mari beralih ke wilayah kebun...~~

Ini kolam renang beliau. Enak banget ya? huhu

Ini wilayah "perempuan", bidadari pada mandi dan duduk-duduk. Yaa artiin sendiri aja perempuan itu apa. Selain wilayah perempuan, wilayah ini juga wilayah keperempuan-keperempuanan.

Akkk ini kebonnya :"D
Ya Pak Djalil ini orangnya nyentrik ya, itu yang kegantung potongan majalah. Ntahlah buat apa. Kalau majalahnya udah usang, yaa diganti majalah baru., He

Ini peninggalan candi. Diselamatkan sama pak Djalil, karena sama orang sekitar pecahan candi malah dijadiin tanah merah. -_-

antefik candi yang tadi aku ceritain.

LINGGA! Bahkan di Museum Nasional aja ga ada lho.
 Lingga adalah sebuah arca atau patung yang merupakan objek pemujaan atau sembahyang umat Hindu. Kata lingga ini biasanya singkatan dari Siwalingga dan merupakan objek tegak, tinggi yang melambangkan falus (penis) atau kemaluan batara Siwa. Objek ini merupakan lambang kesuburan.


Arca Durga
Btari Durga adalah seorang dewa perempuan, permaisuri Btara Guru. Btari Durga bertakhta di setragandamayit yang berarti tempat pengasingan berbau mayat.  Ia diberi kekuasaan untuk menganugerahkan segala prilaku jahat kepada yang memuja padanya. Itu kalau berbicara dari sisi wayang, kalau dari sisi Agama Hindu, Btari Durga adalah istri dari Dewa Siwa dan ibu dari Dewa Ganesha.

Ini gelas dan alkohol asli yang diminum oleh Napoleon. Iya asli. Bau tape. 

Di rumah ini banyak lambang keagamaan ditaro berdekatan. Indah ya? :D

Tempat Abu Jenazah

Cincin Pelacur

Binatang Kubur

ini benda kubur juga. Konon sih penunggunya "kuat" hehehe.

kerajinan marmer putih 

Kerajinan Marmer putih dari abad 19. Kalau malam bercahaya. Yaa simply karena warnanya putih. he



Hmm, bend aini sih konon selalu minta kepala ya. Hehe. Makanya harus sering ditenang-tenangin supaya adem.

Pengawal Kubur

altar peralatan kubur

aku ga tau fungsi benda ini apa. Yang jelas sih.. serem. hehehehhe
tempat pencucian keris. 

karya seni ini udah berabad-abad, ini dipajang di dekat dapur kotor dan konon pengisi karya seni ini adalah penunggu dapur. Dan konon pula katanya, kalau kelamaan liat ini yang ga kuat bisa muntah-muntah. hehehe


Gambaran Kaisar Wilhelm, yang gambar canggih ya? Jadi mau kamu berada dari sudut manapun, mata beliau selalu ngikutin. Hehehhehe.

Alat kedokteran abad 19. cantik ya? banyak ukirannya.



Ganesha
Patung Ganesha menjadi inti dari Museum Tengah Kebun ini, terletak tepat di jantung kebon merupakan patung Ganesha terbesar di dunia. Ini diambil dari bawah tanah dari suatu desa. Untuk bisa mendapatkannya, Pak Djalil nego dengan lurah-lurah setempat diganti dengan sekolah, beberapa bangunan, mobil dan sejumlah uang. Hehe. Tapi kembali lagi, ini kan warisan sejarah. Dan dirawat dengan baik di Museum ini.

Harga semua koleksi di Museum Tengah Kebun luar biasa mahalnya, mungkin sendok peninggalan sejarah aja ada yang dihargai 6.000 poundsterling. Itu bid termurahnya. Hehe.


Tempat "perempuan" dan "keperempuan-keperempuanan" berkumpul.

Blencong. Sesuai namanya, "isi" dari blencong ini ya penunggu dengan jenis kelamin keperempuan-keperempuanan

LINGGAYONI. Ini perlambang kesuburan. Biasa disembah kalau mau meminta keturunan. Linggayoni ini utuh lho, dan bahkan hal seperti ini susah sekali ditemui di belahan dunia manapun.

Narcissus
tau sejarah kata "narsis" kan? nah diambil dari dewa ini. Oleh ibunya, Narcissus dilarang untuk berkaca (saat itu media berkaca adalah pantulan air), tapi Narcissus malah mengindahkannya, setelah berkaca, Narcissus malah mencintai dirinya sendiri.

Hermes

Nike

Sekian perjalanan saya ke Museum di Tengah Kebun ini,
untuk informasi lebih lanjut bisa langsung telfon ke :
Kontak: +62-21-7196907

Oya, untuk bisa masuk museum ini harus buat perjanjian dulu, ga bisa langsung dateng gitu aja. Minimal rombongan 7 orang dan maksimal 10.

Selamat berkeliling di Museum Tengah Kebun.
Salah satu museum terbaik di jantung kota Jakarta. :")


Akupun masih ga percaya lho tempat sekeren itu ada di Jakarta..... :D

 
Copyright 2012 all mine . .. Powered by Blogger
Blogger by Blogger Templates and Images by Wpthemescreator
Personal Blogger Templates